src="https://sites.google.com/site/rhwblogspotcom/javasript/kamera_pengintai.txt?

Friday, February 12, 2016

Apakah Itu yang Dinamakan dengan Sahabat?

Croly mempunyai 3 orang sahabat di sekolah yang bernama Serry, Merry, dan Laury. Mereka bersekolah di sekolah yang sama yaitu, SMP Harapan. Croly dan sahabatnya sekarang kelas 2 SMP. Sejak dari kelas 4 SD sampai sekarang menginjak remaja, mereka selalu bersama – sama. Persahabatan mereka sangatlah erat seperti prangko yang merekat di amplop. Dan pada suatu hari mereka bermain di rumah Croly.

Croly dan para sahabatnya selalu tertawa dan tersenyum. “Hahahah.. itu membuatku tertawa” tawa Merry, Laury, dan Serry yang sedang menonton video lucu di laptopnya Croly. Tapi anehnya, Croly yang selalu tertawa lepas dan sekarang ini ia menjadi melamun entah karena apa. “ Hei, sejak tadi ini Croly menjadi melamun, kalian tahu ada apa dengan Croly? “ Tanya Merry dengan berbisik. Laury menjawab pertanyaan Merry “Mungkin dia sedang ada masalah” dan Serry menjawab pertanyan Merry dengan menggelengkan kepala.

Merry dan Laury mendekati Croly yang sedang melamun di depan jendela kamarnya. Lalu mereka bertanya ada apa dengan dirinya, Croly membalikan badannya untuk melihat sahabatnya, tetapi hanya satu yang ia lihat sahabatnya yaitu Serry yang tengah menonton video di laptopnya Croly. Croly meraih tangan Merry dan mengajaknya keluar kamar.

Pagi – pagi sekali tepatnya pukul 06.00 WIB. Croly sudah berada di sekolah. Ia membuka buku diarynya dan menulis semua isi hati yang sedang ia rasakan saat ini. Serry datang lalu menurunkan bangku dan menaruh tas di samping Croly seperti biasanya dan ia duduk disampingnya. Tanpa sengaja Serry melihat sekilas apa yang sedang Croly tulis saat ini, Serry melihat ‘Kamu bukan sahabatku!.‘ Serry terkejut dengan apa yang ia lihat. Serry berpikir bahwa yang Croly maksud adalah dirinya, karena kemarin Serry tidak menanyakan apa yang sedang terjadi dengan Croly.

Serry berdiri tegak, tanpa bertanya kepada Croly, Serry langsung membentak Croly “Tidak tahu diri kamu Croly! Aku ini sudah berbuat baik kepadamu, tapi apa? kamu malah menjelek – jelekan sahabatmu dibelakangku, yaitu aku! ” ucap Serry dengan nada tinggi dan agak kecewa. Croly yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Serry. Croly balik bertanya kepada Serry apa yang ia maksud. Serry pergi meninggalkan Croly di kelas.

Merry dan Laury melihat Serry yang tengah berjalan dengan cepat.Laury memanggil Serry, tetapi Serry tidak menjawabnya panggilan dari Laury. Laury dan Merry ingin mengejar Serry, tetapi ia harus menaruh tasnya dahulu yang ada dipundaknya, karena tasnya yang berat yang terisi dengan buku – buku pelajaran yang tebal.

Saat di kelas Laury dan Merry melihat Croly yang sedang duduk dibangkunya dengan menutupi wajahnya. Setelah Laury dan Merry menaruh tasnya ia pergi ke mejanya Croly dan bertanya apa yang sedang terjadi pada Serry. “Ohh..Jadi itu sebabnya ia marah kepadamu. hanya karena salah paham” Ucap Merry dengan santai. “Yahh, itulah Serry,dia selalu sensitif orangnya.” Tambah Laury. “Tenang saja nanti juga dia akan kembali seperti dulu.” Lanjut Laury.

Saat bel istirahat berbunyi dan waktunya untuk semua murid SMP Harapan beristirahat. Serry memindahkan tasnya ke meja paling belakang. Croly bingung mengapa Serry memindahkan tasnya. Laury dan Merry memanggil Serry untuk istirahat bersama dan diikuti dengan panggilan Croly, tetapi  Serry tidak melihat ke wajah Croly dia hanya melihat ke arah Laury dan Merry. Croly sedih karena Serry tidak menengok kearahnya. Croly rasanya ingin menangis.

Dan pada saat Laury dan Merry mengajak Croly beristirahat.“Tidak usah kita mengajak dia. Dia munafik.!” Serry menunjuk ke arah muka Croly dengan mata yang sangat membulat dan suara yang sangat menyinggung perasaan Croly.

“Apa salah diriku terhadapnya? sampai – sampai ia marah kepadaku. Croly kau adalah sahabat baikku, tetapi kenapa kau sakitiku begitu menusuk?” Serry mengucapkan isi hati yang ia rasakan saat ini dan sampai – sampai ia meneteskan air matanya. Laury yang sekarang tengah berada disampingnya Serry yang sedang makan di kantin, ia pun ikut meneteskan air mata kecuali Merry, wajah Merry terlihat seperti bahagia.

Serry menulis surat untuk Croly yang berisi ‘Temui aku sekarang di taman belakang sekolah, aku ingin berbicara kepadamu, karena kemarin aku merasa bersalah kepadamu.’ Dan di dalam surat itu tertera nama Serry. Saat inilah yang ditunggu – tunggu oleh Serry.

Croly datang bersama Laury dan Merry. Croly bertanya kepada Serry apa yang ingin ia bicarakan kepadanya.“Kau benar – benar ingin tau?” Serry menggoda Croly. Croly penasaran dan ia mengangguk kepala dengan tersenyum. ’Huhh, sepertinya dia ingin meminta maaf kepadaku karena kemarin.’ Ucap Croly di dalam hati dengan yakin.

Serry menggoda Croly yang untuk kedua kalinya. ”Baiklah aku akan mengatakannya sekarang.” Ucap Serry dengan menghela nafas terlebih dahulu, tetapi Serry tidak yakin akan memberi tahu ini kepada Croly, karena pasti ini akan menyakitkan bagi Croly.

”Kita sahabatkan Croly?” tanya Serry kepada Croly. Croly mengangguk dan penasaran, apa yang ingin sebenarnya dikatakan Serry kepada Croly. “Aku yang selalu ada untukmu dan kau juga yang selalu ada untuk kita. Saat kau terluka, bersedih, dan bersenang, kita selalu bersama – sama bukan?” tanya Serry, Croly hanya mengangguk saja. ”Aku telah mencoba segala cara untuk bahagiakanmu, tetapi apa? apa yang kau berikan untukku Croly? kau membalasnya dengan menghina diriku, kau membicarakan aku dibelakangku jika aku tidak ada didepanmu, apa yang sebenarnya kau inginkan Croly?” ucap Serry dengan mengeluarkan air mata yang begitu deras. ”Aku sangat kecewa kepadamu Croly. Aku tidak tahu apa yang harusku katakan saat ini, aku benar – benar kecewa!” Serry yang benar – benar kecewa kepada Croly, ia pergi begitu saja meninggalkan Croly, Laury, dan Merry.

Croly marah kepada Merry, karena ternyata Merry yang memberitahu semua rahasia Croly kepada Serry, tentang kejelekan Serry yang sering di bicarakan oleh Croly. Laury yang sekarang bingung ia harus memilih siapa diantara para sahabatnya Serry, Croly atau Merry karena sekarang persahabatannya sedang kacau. “Sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian? aku tidak mengerti? dan sekarang aku harus memilih siapa saat ini?” Laury bertanya – tanya kepada dirinya sendiri.

Semenjak kejadian itu Croly, Merry, dan Serry pindah sekolah ditempat yang berbeda, kecuali Laury ia masih tetap bersekolah di Smp Harapan. Dan mulai saat itu juga Croly, Serry, Merry, dan Laury sudah tidak saling bertemu, apalagi bertanya tentang soal kabar sahabatnya masing – masing.

Dan Laury berfikir....
'Apakah itu yang dinamakan dengan sahabat?'















No comments:

Post a Comment