Ashley berlari meninggalkan Early dan semua murid yang berada dikantin, sudah melihat kejadian ini. Ashley mengusap air matanya yang terus mengalir. Early menyusul Ashley dan di depan Ashley ada Michel, ia melihat Ashley menangis dan Ashley berlari menuju bangku kosong yang berada di taman. Tanpa sepengetahuan Ashley ternyata Michel juga mengikuti Ashley dari arah belakang.
"AKU TIDAK MENYUKAI KA MICHEL!!." Ucap Ashley dalam hati.
Ashley yang sudah duduk dikursi putih taman belakang sekolah, ia menutup wajahnya dan terus menangis.
"Hiks.., hiks.." Ashley menangis tetapi tidak mengeluarkan suara melainkan air mata yang terus keluar dari matanya yang indah itu.
Ashley tidak mengetahui, bahwa dari arah yang berlawanan ada 2 orang yang menyamparinya yaitu, Early dan Michel. Early pun tidak mengetahuinya bahwa Michel juga berjalan kepada Ashley begitu pula sebaliknya. Bola mata Early dan Michel hanya tertuju pada 1 insan saja, yaitu Ashley seorang.
Early dan Michel sudah duduk disampingnya Ashley, tanpa sepengetahuan Ashley juga. Mereka hanya memerhatikan Ashley saja. Dan dengan bersamaan tangan Early dan Michel memeluk bahu Ashley. Dengan cepat Ashley melihat kiri dan kanannya. Early dan Michel pun bertatapan.Ashley terkejut.
# Ashley P.O.V
"Kenapa mereka berdua ada disini! disampingku." Ucapku dalam hati.
"Siapa yang telah menyakitimu Ashley?" tanya ka Michel. Aku melihat wajahnya.
"Emm, tidak ada ka." Jawabku menyembunyikan sesuatu. Ka Michel mengusap air mataku yang jatuh membasahi pipiku ini.
"Jika tidak ada apa - apa, kenapa rambutmu basah?" tanya ka Michel lagi.
"Katakan saja tidak usah takut." Ucap Early. Aku menunduk. "Sebenarnya ka, yang melakukan ini adallaahh..., ka Perry." Early benar - benar memberitahu ka Michel. Aku langsung menatap mata Early.
"Jadi yang membuat rambutmu basah dan lengket seperti ini adalah Perry?" aku hanya mengangguk saja. "Tapi, bagaimana bisa?" aku dan Early tidak menjawab pertanyaan yang satu ini. Ka Michel melepaskan tangannya dari bahuku dan pergi begitu saja.
"Kau bisa menggunakan bahuku untuk menangis, kalau kau ingin." Ucap Early.
Semenjak kejadian itu papah dan mamah menyuruhku untuk pindah dari sekolahku itu. Aku menyetujui saja, karena aku sudah tidak suka bersekolah disekolahanku itu, semenjak kejadian kemarin.
Papah dan mamah bertemu dengan kepala sekolahku, untuk mengurus perpindahan sekolahku. Ehh, tapi pak kepala sekolah tidak mengijinkanku untuk pindah dari sekolah ini, karena aku adalah murid yang unggul.
Lalu mamah dan papahku menyuruh ka Lucas yang untuk pindah ke sekolahku ini 'School International Cool'. Karena supaya aku tidak lagi diganggu oleh ka Perry dan teman - temanku yang lain jika berbuat kasar kepadaku.
# Lucas P.O.V
Lucas sudah memperkenalkan dirinya didepan kelas. Ia masuk ke kelas 'C'. Itu adalah kelasnya Michel seniornya Ashley dan disana juga ada Perry, serta teman - temannya yang lain.
"Apa kalian ingin bertanya sesuatu?" tanya Lucas.
"Gue!" Perry mengacungkan tangannya.
"Yahh, silahkan."
"Aku mau nanya nihh. Kamu single apa gak?" Ucap Perry dengan nada lembut.
"Huhhhh....." Sorak semua murid yang ada di kelas C.
"Em, heheh..., yah saya single."
"Wahhh, berarti kita bisa..." Ucap Perry. Sambil menirukan gerakan tangan (jari telunjuk sebelah kana dan kiri didekatkan).
Lucas hanya tertawa kecil dan tersenyum dan murid yang lain menyorakan Perry.
"Sudah - sudah, apa - apaan sih kamu ini Perry." Ucap pak Andi, wali kelas C.
"Huhh, bapak sirik aja dehh.."
"Silahkan Early kau duduk ditempat bangku yang kosong."
No comments:
Post a Comment