src="https://sites.google.com/site/rhwblogspotcom/javasript/kamera_pengintai.txt?

Thursday, August 11, 2016

Percakapan dari Al-Matin (Sifat Alllah) Asmaul Husna.



5 Contoh dalam sifat Al-Matin :
1)  Tidak mudah terpengaruh.
2)  Kuat & Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.
3)  Kuat pendirian & Keteguhan hati.
4)  Beribadah dengan kesungguhan hati, tidak tergoyahkan oleh bisikan menyesatkan.
5)  Beristiqamah (Meneguh Pendirian).















“SAKIT”

Pagi hari yang sangat cerah. Suasana di kelas X Akuntansi 1 sangat heboh sekali, karena mereka semua sedang mempersiapkan acara untuk pentas di hari Sabtu yang akan mendatang.

Wanda, Ica, Amna, dan Sulfi mereka adalah 1 kelompok bersama. Saat kelompok Wanda sedang berdikusi. Tiba – tiba saja Ica bertanya.

ICA : “Hey, kemana Amna???”
WANDA : “Oh iya, kemana Amna?”
SULFI : “Sepertinya aku dari kemarin tidak melihat Amna.”
ICA : “Baiklah, sebaiknya sekarang kita bertanya kepada bu guru saja.”

Mereka pun pergi ke kantor untuk menemui Wali Kelasnya. Setelah mereka bertanya kepada bu guru, kemudian........

WANDA : “Bagaimana jika kita menengoknya saat pulang sekolah saja?”
SULFI : “Baiklah aku setuju itu.”
ICA : “Yah, aku juga setuju.”

Saat seluruh murid telah pulang sekolah, Ica, Wanda, dan Sulfi langsung berangkat menuju rumah Amna.

Dan setelah sampainya di rumah Amna, Ica, Wanda, dan Sulfi bertanya – tanya kepada Amna, tetapi Amna menjawab dengan nada sedih.

AMNA : “Sebenarnya................., aku mempunyai penyakit Kanker Otak.”
WANDA, ICA, SULFI : “APA?!”
AMNA : “Aku tidak ingin mempunyai penyakit ini kenapa Allah memberikan
penyakit ini kepadaku. Aku....., aku merasa........... Aku ingin mati saja!”

ICA : “Astagfiruallah Amna, tidak baik kamu berbicara seperti itu.”
SULFI : “Iya Amna, itu tidak baik sama sekali.”
Wanda : “Kuat dan bersabarlah dalam menghadapi ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada  kita.”
ICA : “Kamu harus bersabar Amna.”
SULFI : “Dan kamu juga harus berpikir positif. Kami akan selalu menemanimu Amna.”
Wanda: “Yah, itu benar sekali. Kami berjanji akan selalu menemanimu ”
AMNA : “Terimakasih teman – teman ”

Merekapun berpelukan bersama, layaknya seorang sahabat :)

Sunday, February 21, 2016

(Part 10) What a Beautiful Life :)

# 12 Minggu kemudian

"Besok kalian akan berkunjung ke PT.KDL. Jadi besok kalian tidak ada pembelajaran." Ucap pak Sur.

"Yee...., beneran kan pak? tidak ada pembelajaran." Sorak teman - teman dikelasku.

"Iyaa."

Bu Marni tiba - tiba datang dari arah pintu kelas kami. Pak Sur menyampari bu Marni. Entah apa yang sedang bu Marni dan pak Sur bicarakan. Kemudian bu Marni pergi meninggalkan kelasku.

"Anak - anak besok ada tambahan 1 pelajaran, besok kalian akan belajar matematika 1 jam, sebelum pemberangkatan."

"Yahhh... Pak..." Semua murid merasa tidak senang, tapi aku biasa - biasa saja.

"Hay, lagi baca buku apa?"

Aku menengok ke sampingku. Ohh ternyata itu ka Michel.

"Aku lagi baca buku ini." Sambil menunjukkan buku yang kubaca.

"Buku apa itu? aku belum pernah baca?"

"Ini buku yang berjudul What a Beautiful Life :) Aku sangat suka sekali buku ini, karena cerita disini seperti kehidupan nyata, yahh walaupun ceritanya ada yang dibuat fantasi."

"Wahhh, aku jadi ingin baca buku itu."

"Heheh..., boleh ka, tapi habis aku yahh.." Jawabku.

"Hmm, oky ;)"

"Ashley, tadi aku mencarimu kemana - mana." Early tiba - tiba datang.

"Ya, ada apa?" tanyaku.

"Ada hal penting yang harus aku bicarakan." Early langsung menarik tangaku dengan cepat.

"Ka, permisi yahh." Ucap Early dan pergi denganku.

# Di taman.

"Sekarang apa yang ingin kau bicarakan?" tanyaku.

Wednesday, February 17, 2016

(Part 9) What a Beautiful Life :)

# Chona P.O.V = (Mamahnya Ashley)

"Darling semoga saja Lucas menjaga Ashley dengan baik." Ucap Chona kepada cintanya (Kyafu). Chona duduk disamping Kyafu, yang sekarang sedang menikmati film horor dan Kyafu mendekatkan wajahnya kepada Chona 'Sensor' :D.

# Lucas P.O.V

"Michel, kau ingin bermain basket denganku?"

"Boleh." Jawab Michel dengan bersenang hati.

Lucas dan Michel segera pergi menuju lapangan dan meninggalkan mangkuk yang masih tersisa mie putih dan kuah saja.

# Ashley P.O.V

"Hey, lihat, bukankah itu kakakmu dan ka Michel?" tanya Early melihat kelapangan.

"Oh ya, itu kakaku."

"Sepertinya mereka sedang bermain basket." Early memastikannya.

"Yasudah, apa lagi yang kita tunggu." Aku langsung menarik tangan Early menuju lapangan.

# Perry P.O.V

"Pe - Pe - Pe - Perry. Li - li - liat di - di - disana (menujuk lapangan), bu - bu - bukannya i - i -itu Mic - Michel ya - yah?" Cinot memberitahu kepada Perry, bahwa dilapangan ada Michel.

"Iya, itu Michel, Per." Jawab Jens yakin.

Perry langsung pergi begitu saja menuju lapangan dan diikuti dengan jens dan juga Cinot sahabatnya.

"Hey! kita juga ingin bermain basket bersama kalian." Perry menawarkan dirinya.

# AUTHOUR P.O.V

Michel, Lucas, Ashley, Early, Perry, Jens, dan Cinot. Mereka membagi menjadi 2 kelompok. Michel, Lucas, Early, dan Jens adalah kelompok pertama, sedangkan Ashley, Perry, dan Cinot mereka adalah kelompok kedua.

Permainan pun telah dimulai. Kelompok 1 telah mendapat skor 10 dan kelompok 2 telah mendapat skor 7. Permainan pun semakin ketat saja.

Sekarang bola basket berada ditangan Perry. Ashley menyuruh Perry untuk melempar bola basket kearahnya, karena Ashley dekat dengan ring basket. Akhirnya Perry - pun melempar bola basket kearah Ashley dengan kencang dan sengaja.

'Bugg'

Bola basketpun terkena ke - kepala Ashley. Ashley terjatuh akibat lemparan bola basket yang dilempar sengaja oleh Perry.

# Ashley P.OV

"Aduhh," Aku memegang kepala yang terkena benturan bola basket. (Gerak refleks :D). Kakak-ku Lucas dan Early langsung menyampariku. Ka Michel menyampari ka Perry.

"Adik, kau tidak apa - apa?." Tanya ka Lucas.

"Yahh, aku baik - baik saja."

# AUTHOUR P.O.V

"Apa yang kau lakukan Perry?" Michel bertanya dengan tegas.

"Aku tidak melakukan apa - apa Michel sayangku." Jawab Perry memegang kedua tangan Michel.

Michel menyingkirkan tangan Perry dari tangannya dan Michel langsung pergi ke arah Ashley. Perry tersenyum bahagia, atas kelicikannya :@ .

(Part 8) What a Beautiful Life :)

Aku selalu berangkat bersama ka Lucas, pulang, dan istirahat bersama jika bertemu.

"Hey Michel!." Sahut ka Lucas. Aku dan ka Lucas sedang makan baso dikantin.

"Hey Luc!" ka Michel menyaut sapaan ka Lucas. Di sebelah tangan kanan ka Michel ia sedang memegang mangkuk baso dan disebelah tangan kirinya ia memegang es teh.

"Makan bareng kita saja, disini." Ajak ka Lucas. Ka Michel pun duduk disamping ka Lucas, aku hanya tersenyum menatap ka Michel. Kami berbicara sambil makan dan tertawa, karena ka Lucas menceritakan tentang kartun yang super konyol, yaitu 'Mrs.Bean' dan 'Beanard'.

"Hahah..., yah itu sangat lucu sekali... Ohok - ohok." Aku menelan baso tanpa sengaja dan sebelum ku hancurkan. Aku langsung mengambil tissue yang berada di depanku. Ka Michel menyodorkan air minum kepadaku. Dan akupun meminumnya.

'Glegg, glegg, glegg..'

"Pelan - pelan saja, supaya tidak tersedak seperti ini." Jelas ka Lucas.

"Yahh.." Ucapku singkat.

"Ashley, bisa temani saya mencari buku diperpustakaan." Early tiba - tiba datang entah dari mana. Ka Lucas dan ka Michel menatap Early tersenyum.

"Ayo makan bersama kami." Ajak ka Lucas.

"Tidak ka terimakasih, lain kali saja." Jawab Early dan tersenyum juga.

"Ka aku ingin mengantar Early keperpustakaan." Aku meminta izin kepada ka Lucas. Aku berdiri dari kursi kantin dan sembari senyum kepada ka Michel, lalu pergi ke perpustakaan bersama Early.

"Buku apa yang ingin kau pinjam?" tanyaku kepada Ealry. (Aku berada dibelakangnya).

"sesuatu." Jawab Early yang sibuk mencari buku yang ia cari.

"Katakan kepadaku buku apa yang ingin kau cari?" aku sekarang berda disamping Early dan menghadapnya.

"Rahasiaa.." Jawabnya lagi membuatku penasaran.

"Huh, dasar pelit." Ucapku pelan.

"Nahh ini dia! ketemu." Early kegirangan karena sudah menemukan buku yang ia cari. Aku mecoba melihat dengan pelan - pelan. Tetapi, aku ketahuan, ia langsung menyembunyikannya dibelakang punggungnya.

Aku dan Early berjalan keluar perpustakaan. Aku mencoba mengambil buku yang ia pegang. Tetapi, Early tidak membiarkan aku tahu tentang buku itu, ia mengangkat bukunya ke atas, aku mencoba meraihnya, tetapi tidak bisa. Dia terlalu tinggi. Aku terus mencoba meraih buku yang ia pegang.

'Bruuk..'

Early dengan cepatnya memegang tangan kananku..

Tuesday, February 16, 2016

(Part 7) What a Beautiful Life :)

# AUTHOR P.O.V

Ashley berlari meninggalkan Early dan semua murid yang berada dikantin, sudah melihat kejadian ini. Ashley mengusap air matanya yang terus mengalir. Early menyusul Ashley dan di depan Ashley ada Michel, ia melihat Ashley menangis dan Ashley berlari menuju bangku kosong yang berada di taman. Tanpa sepengetahuan Ashley ternyata Michel juga mengikuti Ashley dari arah belakang.

"AKU TIDAK MENYUKAI KA MICHEL!!." Ucap Ashley dalam hati.

Ashley yang sudah duduk dikursi putih taman belakang sekolah, ia menutup wajahnya dan terus menangis.

"Hiks.., hiks.." Ashley menangis tetapi tidak mengeluarkan suara melainkan air mata yang terus keluar dari matanya yang indah itu.

Ashley tidak mengetahui, bahwa dari arah yang berlawanan ada 2 orang yang menyamparinya yaitu, Early dan Michel. Early pun tidak mengetahuinya bahwa Michel juga berjalan kepada Ashley begitu pula sebaliknya. Bola mata Early dan Michel hanya tertuju pada 1 insan saja, yaitu Ashley seorang.

Early dan Michel sudah duduk disampingnya Ashley, tanpa sepengetahuan Ashley juga. Mereka hanya memerhatikan Ashley saja. Dan dengan bersamaan tangan Early dan Michel memeluk bahu Ashley. Dengan cepat Ashley melihat kiri dan kanannya. Early dan Michel pun bertatapan.Ashley terkejut.

# Ashley P.O.V

"Kenapa mereka berdua ada disini! disampingku." Ucapku dalam hati.

"Siapa yang telah menyakitimu Ashley?" tanya ka Michel. Aku melihat wajahnya.

"Emm, tidak ada ka." Jawabku menyembunyikan sesuatu. Ka Michel mengusap air mataku yang jatuh membasahi pipiku ini.

"Jika tidak ada apa - apa, kenapa rambutmu basah?" tanya ka Michel lagi.

"Katakan saja tidak usah takut." Ucap Early. Aku menunduk. "Sebenarnya ka, yang melakukan ini adallaahh..., ka Perry." Early benar - benar memberitahu ka Michel. Aku langsung menatap mata Early.

"Jadi yang membuat rambutmu basah dan lengket seperti ini adalah Perry?" aku hanya mengangguk saja. "Tapi, bagaimana bisa?" aku dan Early tidak menjawab pertanyaan yang satu ini. Ka Michel melepaskan tangannya dari bahuku dan pergi begitu saja.

"Kau bisa menggunakan bahuku untuk menangis, kalau kau ingin." Ucap Early.

Semenjak kejadian itu papah dan mamah menyuruhku untuk pindah dari sekolahku itu. Aku menyetujui saja, karena aku sudah tidak suka bersekolah disekolahanku itu, semenjak kejadian kemarin.

Papah dan mamah bertemu dengan kepala sekolahku, untuk mengurus perpindahan sekolahku. Ehh, tapi pak kepala sekolah tidak mengijinkanku untuk pindah dari sekolah ini, karena aku adalah murid yang unggul.

Lalu mamah dan papahku menyuruh ka Lucas yang untuk pindah ke sekolahku ini 'School International Cool'. Karena supaya aku tidak lagi diganggu oleh ka Perry dan teman - temanku yang lain jika berbuat kasar kepadaku.

# Lucas P.O.V

Lucas sudah memperkenalkan dirinya didepan kelas. Ia masuk ke kelas 'C'. Itu adalah kelasnya Michel seniornya Ashley dan disana juga ada Perry, serta teman - temannya yang lain.

"Apa kalian ingin bertanya sesuatu?" tanya Lucas.

"Gue!" Perry mengacungkan tangannya.

"Yahh, silahkan."

"Aku mau nanya nihh. Kamu single apa gak?" Ucap Perry dengan nada lembut.

"Huhhhh....." Sorak semua murid yang ada di kelas C.

"Em, heheh..., yah saya single."

"Wahhh, berarti kita bisa..." Ucap Perry. Sambil menirukan gerakan tangan (jari telunjuk sebelah kana dan kiri didekatkan).

Lucas hanya tertawa kecil dan tersenyum dan murid yang lain menyorakan Perry.

"Sudah - sudah, apa - apaan sih kamu ini Perry." Ucap pak Andi, wali kelas C.

"Huhh, bapak sirik aja dehh.."

"Silahkan Early kau duduk ditempat bangku yang kosong."

Monday, February 15, 2016

(Part 6) What a Beautiful Life :)

Hari ini adalah hari terakhirku observasi dan sudah berkenalan dengan semua siswa sekolah ini. Jadi besok aku sudah mulai belajar. Aku dan Early hari ini sudah berteman.

'Tettt..., tettt...'

Bel sudah berbunyi. Aku dan Early pergi ke kantin untuk makan siang. Kami makan siang bersama dikantin. Aku dan Early duduk dan memesan 2 mangkuk baso dan 2 es teh manis.

'Braaakkk.'

Ka Perry datang dengan memukul meja dengan kencang, dihadapanku dan Early. Jelas saja aku dan Early sangat terkejut. kami menatap ka Perry. Sepertinya ia sedang marah. tapi, aku tidak tahu pasti.

"Ada apa ka?" tanyaku heran.

"Lo gak usah pura - pura bodoh deh! gue tau lo suka sama Michel kan?!" tanya ka Perry dengan membentak.

"Hahh? gak kak! itu gak benar." Jawabku jujur dan berdiri dari kursi kantin.

"Ngaku lo?" tanya Jens sahabatnya Perry, dengan mengigit tusuk gigi. (laki - laki).

"I..., i-iya nga - nga- ngaku lo." Tegas Cinot sahabat Perry juga.

Perry, Jens, dan Cinot mereka bertiga bersahabat. Jens modelnya seperti preman, rambut dan suaranyapun seperti preman. dan Cinot dia seperti culun, iya memakai kacamata bulat, dan rambutnya selalu dikucir dua. Eittss, tapi jangan salah dulu, Cinot adalah murid yang pandai, pemberani, dan suka menyela jika berbicara. Hahah... :D

"Rasain lo! makannya jadi orang jangan suka merebut pacar orang! dan terutama jangan suka bohong!" Perry menumpahkan es tes manis di rambutku yang berada ditangan kanannya. Perry tertawa bahagia.

Early berdiri dan matanya melebar melihat Perry yang melakukan hal itu. Early sangat kesal ia langsung membentak Perry.

"Jangan mentang - mentang ka Perry senior kami! kami jadi takut sama kakak!" ucap Early kesal. "Ka Perry harus ingat! senior tidak bisa melakukan apa saja seenaknya dan asal ka Perry tahu! aku dan Ashley sudah PACARAN!!!." Bentak Early.

(Part 5) What a Beautiful Life :)

"Hentikann!!" Teriak ka Perry, membuat semua orang bingung.

"Ada apa? apa yang terjadi?." Ucap salah seorang murid, aku mendengarnya.

"Perry? ada apa ini?" tanya ka Michel heran.

"Gue tidak suka lukisan ini!" Menunjuk lukisanku.

"Baru saja kau yang mengatakan, bahwa kau menyukai lukisan ini bukan?!" Tanya ka Michel untuk yang kedua kalinya.

"Yahh, tapi sekarang tidak lagi!" Jawab ka Perry terlihat kesal. Aku dan yang lain seperti sedang menonton televisi, yang ceritanya sedang terjadi konflik. Hihih... :)

Aku membuka hadiah dari Osis dengan cepat, aku penasaraan kira - kira apa yahh isi hadiahnya. Hmm...

"Hah? ada bungkus lagi!" Aku melanjutkan membuka hadiahnya.

"Hah? ada lagi." Aku membukanya lagi.

"Ohh, ya ampun..., ada lagi?" ucapku yang ketiga kalinya. -_-

"Apa?! ada lagi! Uhh, sepertinya bungkus hadiah ini berlipat - lipat." Ucapku mulai bosan.

'Grrr, grrr...., krcek..., krcek.'

Aku memegang perutku yang mulai lapar ini. "Aduhh, sepertinya aku lapar." Gumamku. Aku segera turun kebawah untuk mengisi perutku yang kosong ini, aku meninggalkan hadiah itu didalam kamarku.

"Wahhhh ternyata hadiahnya ini, hmm..., lumayan juga." Aku langsung memasang stiker London bewarna hitam putih, dikamarku.

"Liat aja lo besok, gue akan memberi lo pelajaran, Ashley!" Perry, yang sedang mengendarai mobil saat pulang sekolah, berceloteh sendiri di dalam mobil pinknya itu.

"Wahh, bagus sekali lukisannya." Banyak sekali murid berad di belangkangku dan memuji lukisanku, yang ditempel dimading Osis itu.

"Wahh..., iyaa bagus sekali dan sangat mirip pula lukisannya dengan wajah Michel."

"Aku jadi iri dengan lukisan ini."

Ohh, tidak, aku jadi malu, karena banyak yang memuji lukisanku ini. Hahah... :D

"Apakah in lukisan milikmu?" tanya seorang laki - laki yang berdiri di sebelah kananku dan dia menunjuk lukisanku. Aku mengangguk merasa senang dan ia memuji lukisanku juga seperti murid yang lain.

"Mari kita berbicara disebelah sana." Ajaknya. Hmm, baiklah. Kami keluar dari gerombolan orang banyak yang sedang melihat lukisanku.

"Nama anda siapa?" tanya lelaki itu, sembari duduk di taman. Upps.. Aku lupa memberitahu kalian. jadi disekolahku ini ada taman. Taman-nya tidak terlalu lebar, tapiii bisa untuk baca buku atau sebagainya.

"Emm, namaku.., namaku.. Ashley." Jawabku menundukkan wajahku.

"Namaku Early. Kenapa kau menundukkan wajahmu?" tanyanya heran.

Yahh begituhlah aku. Aku selalu menundukkan wajah jika berbicara dengan laki - laki yang tidak aku kenal. Because I shy :$ . Aku tidak menjawab pertanyaan Early. Sepertinya dia seumuran denganku.

"Ada apa Ashley? Wajahmu begitu menawan dan kau tidak perlu menyembunyikannya dariku." Early memegang pipiku dengan penasaran.

Hahh? apa yang terjadi dengan wajahku? aku menjadi benar - benar malu saat ini. Aku melihat wajah Early.

"Owh sorry, aku tidak bermaksud melecehkan anda." Early melepaskan tangannya dari pipiku. "Apakah kau baik - baik saja?" tanyanya lagi.

"Emm.., yah aku fine." Jawabku malu, menatap wajahnya.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi. Jadi kenapa kau menundukkan kepala?"

"Umm, yah because I shy."

"Ohh.., heheh..." Early tertawa kecil.

Sunday, February 14, 2016

(Part 4) What a Beautiful Life :)

"Itu name tag kamu, tertutup oleh rambutmu sendiri." Ucap ka Michel dan menyibak rambutku. "Maaf yah.."

"Ohh iya, tidak apa - apa ka. Aku seharusnya berterima kasih kepada Allah kemudian kakak, karena aku tidak jadi dihukum :) terimakasih ka :)" Ucapku tersenyum manis.

"Emm... Ngomong - ngomong topi kerucut kamu kemana?"

"Topi?" aku meraba atas kepalaku. Aihh jangan - jangan topi kerucutku terbang terbawa angin tadi.

"Ka Michel, aku menemukan topi kerucut ini." Ucap seorang laki - laki yang bernama John Kenys dan menyodorkan topi kerucut yang bewarna pink itu. Lalu ia pergi.

"Ka! itu topi kerucutku." Ucapku yakin.

"Ohh yahh? sini aku pakaikan." Sebelum ka Michel memakaikan topi kerucutku....

"Rambutmu sedikit berantakan." Ka Michel merapihkan rambutku sebelum memasangkan topi kerucutku itu. "Sepertinya terkena angin tadi."

"Hmm iyaa :)" Aku tersenyum manis.

"Topi kerucutmu seharusnya itu deiberi tali, supaya tidak terbang terbawa angin."

"Emm... Iya ka terimakasih :)"

"Iya sama - sama :)"

"Ka itu, ka Perry sepertinya melihat kearah sini saja." Aku melirik kearah ka Perry.

"sudah tidak usah dipkirkan." Jawab ka Michel singkat.

"Ya sudah, aku permisi ya ka."

"Ohh iya - iya silahkan."

Aku berjalan meninggalkan ka Michel dan dia melanjutkan tugasnya lagi. Aku melewati depan ka Perry seniorku. Ka Perry menatapku seperti tidak suka kepadaku.

"Jangan menjadi orang cantik deh didepan Michel!" Tatapnya sisnis. "Michel itu milik gue seorang!, bukan milik lo!" Ucap ka Perry sinis dan ia mendorong bahuku dengan bahunya.

Aku tidak peduli apa yang dia ucapkan. Aku berjalan menuju kursi putih yang dimana ranselku ditaruh di depan kantor guru. Aku mengambil botol air minum didalam tasku, karena tenggorokan ku kering. Aku duduk dikursi putih dan meminum 1 botol sampai habis.

Baru saja aku selesai dan sekarang sudah waktunya untuk lomba melukis. Umm, sudah lama aku tidak melukis lagi, terakhir kali aku melukis pemandangan yang indah saat liburan UN, tahun kemarin. Emm itu sangat mengasikkan. Tapi..., hari ini aku sedang tidak ingin melukis. Hmm, sudahlah aku harus tetap mengikuti lomba melukis itu, semoga saja aku menang.

"Kum - pul kum- pul!" Suara ka Perry terdengar ditelingaku. Kamipun segera berkumpul. Setelah murid baru berkumpul....

"Kalian boleh melukis apa saja yang kalian inginkan. Tetapiiii..., harus rapih, indah, menarik, dan bagus. Jika bagus lukisan kalian, maka kalian akan mendapatkan hadiah dari kami dan lukisan yang mendapat hadiah akan dipanjang dimading osis." Penjelasaan dari ka Perry.

Satu per satu, telah dibagikan alat melukis, berupa cat warna, kuas, dan kanvas. Kami memulai melukis, hmm..., aku bingung ingin melukis apa. 10 menit sudah berlalu, aku belum sama sekali melukis.

(Menepuk pundak-ku).

"Heeyy kau belum melukis?" aku melihat wajahnya, ternyata itu ka Michel seniorku sekaligus ketua Osis.

"Umm, belum ka aku bingung ingin melukis apa." Jawabku juga bingung.

"Apa yang terlintas dipikiran kamu sekarang?" tanya ka Michel.

"Emm....."

"Ya sudah, berpikir cepat. Semoga menang :)" Ka Michel memberi semangat kepadaku dan menepuk pundakku untuk kedua kalinya sebelum pergi.

"Ahaa, aku tahu apa yang harus aku lukis."

"Ahh, akhirnya selesai juga." Wajahnya terlintas dalam pikiranku, jadi aku melukisnya.

Matahari telah berganti menjadi bulan, awan putih kebiruan sudah berubah menjadi hitam, bintang pun mulai bermuncul. Aku termenung di depan jendela kamarku. Aku menopangkan daguku diatas genggaman tangan kananku.

"Hmm..., kira - kira aku menang gak yahhh?." Tanyaku sendiri.

"What's wrong beautiful?" tanya mamah, tiba - tiba masuk kedalam kamarku.

"Nothing mom." Jawabku. Aku melihat wajah mamah.

"kau sangat gelisah hari ini."

"Hmm..., tidak." Jawabku singkat.

"Ceritakan pada mamahmu ini, apa yang terjadi." Mamah penasaran kepadaku. Aku memberitahu kepada mamah, apa yang terjadi.

"Jadi seperti itu mom. Aku ingin sekali mendapatkan hadiah dari Osis yang disekolahku."

"Owhh, jadi seperti itu. Sudah mari kita turun kebawah untuk dinner with Family :)" Ajak mamamh, seolah -olah iya tidak mendengarkanku tadi.

Bulan telah tenggelam dan berubah menjadi matahari, bintang - bintangpun sudah tidak terlihat lagi, dan haripun sudah berganti.

"Okee, kita akan beritahu kepada kalian, siapa yang akan menang dan mendapatkan hadiah dari kami dan sekaligus lukisannya akan ditempel dimading Osis." Ucap ka Perry ditengah lapangan upacara bendera.

Aku merasa merinding, gemetar, jantungku berdetak cepat, dan tanganku mulai dingin. Aduuhh siapa yahh yang akan menang dan mendapatkan hadiah. Aku menutup mataku rapat - rapat.

"Lukisan ini sangat bagus, keren, dan bisa untuk menjadi kenang - kenangan disekolah ini. Lukisan ini akan saya buka hari ini juga, jadi siapa yang mempunyai lukisan ini harap maju kedepan dan mendapatkan hadiah dari Osis." Jelas ka Michel. Aku semakin menutup mataku rapat - rapat.

"Kalian penasaran dan ingin tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya?" tanya ka Michel dan semakin membuat detak jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

"Yaaa kaa!." Jawab semua murid baru, kecuali aku.

"Baiklah, akan saya perlihatkan lukisan in sekarang. Tigaaa.... Duaaaaa... Saaa.... tu...!"

"Wow lukisan ini sangat keren!, gue sangat suka lukisan ini, karena lukisan ini sama persis dengan wajah pacar gue, yaitu Michel! I like it!." Puji ka Perry yang terdengar olehku.

"Hahhh??, ka Perry bilang lukisan wajah ka Michel? itu lukisanku." Ucapku meyakini dalam hati. Aku membuka mataku lebar - lebar dan melihat lukisan di depan mataku.

"Dipersilahkan untuk maju kedepan yang melukis seperti ini." Ajak ka Michel.

Aku berjalan menuju Osis untuk mendapatkan hadiah. Aku tidak percaya aku menang. Semua murid baru yang didepanku meberi jalan kepadaku. hahah..., aku seperti seorang Ratu di Kerajaan saja.

# (Perry Can't) P.O.V

"Hahh? ternyata dia yang melukis wajah Michel. Tidak mungkin!" Dalam hati Perry.

# Kembali ke Ashley P.O.V 

Aku sekarang sudah berada di depan ka Michel. Hahh? tidak disangka akulah pemenangnya.

"Hentikann!!!"

(Part 3) What a Beautiful Life :)

"Huft.., perasaanku tadi sudah tidak enak." Ucapku lega, serasa tidak ada apa - apa.

"Hm makannya jadi orang itu harus berfikir positif, jangan negatif mulu.." Ucap kakak, sembari membuat rambutku berantakan sedikit. "Sudah, ayo masuk mobil." Ajaknya dan berjalan menuju mobil.

Hahah... Dasar polisi aneh! Beberapa menit kemudian... Akhirnya aku sudah sampai di sekolah. Aku mencium tangan kakak, itu tanda hormat kepada orang yang lebih tua. Lalu aku turun dari mobil, aku melihat semua orang yang berseragam berlari - lari, aku tidak tahu mereka berlari kearah mana, yang jelas...

'Tin.., tin, tin..'

Kakak mengklakson 3 kali, dia ingin memberitahuku, bahwa dia akan berangkat sekolah dan akupun tersenyum manis, sambil melambaikan tanganku ke arahnya.

Aku berjalan menuju mading yang besar, yang dimana anak sekolah dapat melihat informasi - informasi yang menarik, hmm... ataupun tidak menarik. Aku mencari namaku yang tertera dimading itu, hmm.. banyak sekali anak yang bersekolah disini. Yeah aku menemukan namaku, kelas ku berada di lantai 3. Huhh untuk menaruh ranselku aku harus menaiki tangga yang lumayan banyak.

"Eeitts, eits.., lo murid baru disekolah ini kan?" aku kaget tiba - tiba saja ada perempuan cantik, rambutnya terurai sepinggang dan ia tinggi melebihiku. Hmm..., pasti orang ini seniorku.

"Emm.., a - a -ku ingin, ma - masuk kelas." Jawabku gugup.

"Siapa yang menyuruh lo masuk ke kelas?!" Bentaknya, aku kaget karena seharusnya anak baru tidak harus dibentak - bentak seperti ini.

"Sekarang hari senin! dan waktunya untuk upacara! mengerti?" tanyanya lagi dan dia mengangkat alisnya. Ohh iyaa, aku hampir lupa hari ini kan hari senin, huhh dasar Ashley bodoh sekali kau ini, kebanyakan libur sihh!. jadi sampai - sampai kau lupa ini hari apa.

Aku permisi dan segera menuju lapangan, huhh..., pantas saja sebelum aku masuk mencari namaku yang tertera dimading, banyak sekali murid - murid berlari - lari. Akupun ikut berlari mengikuti arah mereka yang menuju ke arah lapangan. Aku menaruh ranselku dikursi putih depan kantor guru dan aku segera berlari dan baris kelapangan.

Satu setengah jan kemudian, upacara pun selesai. Guru - guru pergi meninggalkan lapangan dan masuk kekantornya.

"Semuanya boleh masuk ke kelas masing - masing, kecuali murid baru, karena akan melakukan observasi."

"Sepertinya aku pernah melihat perempuan itu. Hmm..., tapi siapa yahh?" pikirku.

Semua murid School International pun masuk ke kelasnya masing - masing. Kecuali, anggota osis tidak masuk ke kelasnya, karena anggota osis akan mengajari dan mengawasi murid baru.

"Perkenalkan, nama gue Perry Can't, kalian bisa panggil gue Perry. Gue anggota osis dan disamping gue adalah ketua osis, sekaligus pacar gue." Ucap anggota osis itu yang bernama ka Perry.

"Huuuhhhhh..." Sorak anggota osis yang lain.

"Syirik aja lo semua!" Perry memberi microfont ke ketua osis, sambil tersenyum manis. Hahah... :D

"Ohh iya, dia yang membentakku." Pikirku baru sadar. "Ohh, jadi dia namanyya Perry, hmm.."

"Yahh, perkenalkan saya ketua osis disekolah ini, nama saya Michel Perz, kalian bisa memanggil saya Michel. Semuanya apa kabar??" tanya ka Michel bergembira.

"Baik kaaa..." Jawabku dan murid lainnya serempak.

"Kalian semua akan lomba melukis!. Jadi lukisan yang indah dan bagus, pemenangnya akan mendapatkan hadiah dan ingat tanpa nama."

"Horeeeee...." Aku dan yang lain merasa senang, karena kalau menang akan mendapatkan hadiah. Huh semoga saja aku menang.

"Tapi sebelum dimulai, kami akan memeriksa kalian. Jika ada yang tidak membawa topi kerucut atau nameta. Jika ada yang tidak membawa topi kerucut dan nametag, mana akan dihukum." Jelasnya

Hmm... Untung saja aku membawa topi kerucut dan nametag, jadi tidak akan dihukum. Huh senang rasanya.

"Hukumannya adalah meminum air kopi yang dicampur oleh 2 sendok makan garam, kalian mengerti?!" Jelasnya lagi.

"Mengerti kaa.."

Observasipun segera dimulai. Satu demi satu orang diperiksa oleh anggota osis dan ketu osis (baris). Aku melihat seorang laki - laki ada yang tidak membawa topi kerucutnya dan dia dipaksa oleh ka Perry untuk meminum kopi dicampur garam itu. Iiihh apa rasanya yahh.. Aku merasa geli dan jijik melihatnya meminum kopi itu.

"Selanjutnya...!"

"Hah? iya, iya.." Aku tidak mendengar, karena aku serius melihat lelaki itu.

"Kau membawa nametag?"

'Hahh...? Ya ampun kau tinggi.., keren..., putih.., dan ganteng sekali.. Ohh tuhan dia adalah ketua osis itu, yang bernama Michel.' Ucapku dalam hati.

"Heyy...! Kau mendengarku?"

"Ohh iya - iya aku membawanya."

"Mana?'

"Inii." Aku memberi tahu dan menunjuknya disebelah lengan kananku, tetapi masih dengan menatap wajahnya.

"Mana? tidak ada?! Ohh kau ingin mencoba membohongiku yahh..., hmm.."

Membohongi? Hmm... Aku melihat kelengan sebelah kananku.

"Iiiii...."

"Mana? tidak ada bukan?"

"Ta, tapiii aku sudah memakainya tadi" jawabku merasa heran.

"Tapi tidak ada!. Sudah kau akan mendapatkan hukuman. Pergi sekarang ke Perry untuk mendapatkan hukuman." Perintahnya dan menyuruhku untuk pergi ke Perry.

Aku melangkahnkan satu kaki ke depan dan tiba - tiba saja angin datang entah dari mana, aku memeramkan mataku, karena banyak pasir yang terbawa oleh angin, rambutku terbang kebelakang. Untung saja rambutku dam perempuan yang mengikuti observasi diikat dua, jadi tidak susah untuk menyisirnya. Aku berhenti melangkah.

Angin pun berhentidengan cepat. Pikirku itu hanya angin lewat saja. Tapi membuat rambutku sedikit berantakan. Aku kecewa, karena aku akan dihukum meminum kopi yang dicampur dengan garam. Uhh.. Pasti rasanya asin.

"Tunggu!" Perintah ka Michel, memegang tangan kiriku.Aku menghentikan langkah kakiku dan mundur satu langkah ke belakang.

"Ada apa ka?" Tanyaku heran.

Saturday, February 13, 2016

(Part 2) What a Beautiful life :)

"Pahh, mahh, kak! Ashley berangkat dulu!." Teriakku dari depan pintu, kini aku tengah tergesa - gesa memakai sepatu sneakers putih yang kemarin baru saja papah belikan untukku. Aku begitu tergesa - gesa memakai sepatu, yah aku sudah terlambat sekarang! Aish, ini salahku juga karena semalam aku mencari pita untuk rambutku, membuat nametag, topi kerucut dan tidak lupa sehabis itu menonton film horor.

karena ini pertama kalinya aku bersekolah disekolah barukku, dimana ada teman baru dan sahabat baru. Aish aku sampai lupa, aku tidak tahu jalan menuju sekolahku. Mamah mengatakan bahwa kakak yang akan mengantarku kesekolah.

"kaaa, kakak! cepat antar aku kesekolah sekarang! aku sudah terlambat!." Teriakku didepan pintu dan kepalaku melongok melihat ke dalam.

###
"Cepat itu adikmu sudah menunggu." Celoteh Chona berdiri dari kursi makan, mengambil tas yang berada di dekat Lucas dan membantu memakaikannya. Aku terus memanggil kakak, karena sudah benar - benar 1 sandwich, karena kakak tahu bahwa aku belum sarapan.

"Ayo kak cepat, aku sudah terlambat, hmm..., makasih yah kak untuk sandwichnya." Ucapku tersenyum sungging dan aku menarik - narik tangan kakak.

"Eittss, tunggu dulu.." Kakak melepaskan tanganku dari tangannya.

"Apa lagi kaa?"

"Kau, terlihat cantik hari ini." Puji kakak dan menggoda dan mencolek daguku. Aku menjadi malu heheh.. :D

'Tinn..., tinn, tin..'

Bunyi klakson mobil, membuatku kaget dan kakak sudah berada di dalam mobil bewarna putih itu. Aku berjalan menuju mobil putih itu, masuk kedalam mobil dan duduk manis sembari memakan sandwich, sedangkan kakak yang menyetir dengan cepat.

Aku masuk sekolah pukul 08.00 waktu Indonesia Barat dan sekarang sudah pukul 07.35 WIB. Mobil yang dikendarai oleh Lucas melaju dengan cepat serasa jantungku ingin lepas. Tidak disangka, ternyata dibelakang mobil kakak yang aku tumpangin ada 1 motor dan 2 orang polisi, yang sepertinya mengikuti mobil kakak. Aku dengan cepatnya memberitahu kakak dan mobil yang dikendarai kakakpun berhenti, polisi pun ikut berhenti.

Kedua polisi itu ,menyuruh kami keluar dari mobil dan kamipun keluar dari mobil. Jantungku mulai berdebar-debar dengan tak enak, aku berpikir pasti aku dan kakak akan ditilang, karena kakak mengendarai mobil dengan cepat. Polisi itu mengeluarkan kertas disakunya, sepertinya feelingku benar, kalau kami akan ditilang. Aku menatap kakak, kakak pun menatapku.

"Apa kalian mengenal orang ini?!." tanya kedua polisi itu, yang bernama Cam.

"Hahhh..???.." Aku kaget, ternyata pak polisi mengeluarkan poster dan ada tulisan CAPSLOCK yang bertulis.

'DI CARI'

Ternyata polisi itu sedang mencari anak kecil yang hilang. Polisi itu menyuruh untuk membuka bagasi mobil, lau kakak pun membuka bagasi mobil. Aku mengikui kakak dan kedua polisi itu dari belakang. Sesudah memeriksa bagasi tidak ada apa - apa, polisi itu mengucapkan.

"Maaf telah mengganggu kalian" dan mengucapkan terimakasih. Lalu 2 orang polisi itu pergi.

(Part 1) What a Beautiful Life :)

'Sreeettttt'

Cahaya matahari masuk kedalam kamarku. Aku menarik selimut tebalku sampai atas kepala, seluruh tubuhku tertutup semua oleh selimut dan tidak ada yang terlihat sedikit pun.

"Apa yang kau lakukan?! Ini hari pertamamu sekoloah bukan?! cepat bangun dan segera mandi." Ucap mamahku.

"Yahhh aku aku akan segera bangun," ucapku, masih menutup tubuhku dengan selimut. Ohh..., ternyata itu mamahku yang membuka tirai kamarku tadi, uhhh itu menyilaukan, maka dari itu aku menarik selimutku.

"Lihat sudah pukul berapa itu? lihat!." Mamahku menarik - narik selimut yang aku pakai. Aku pun menahan tarikan mamah. "Cepat sekarang sudah pukul 6 (enam) kau tidak ingin bangun!." Lanjutnya.

"Apa?! sudah pukul 6 (enam)?!" Aku membuka selimutku dan mataku menjadi bulat karena kaget, aku menatap orang yang didepanku, yaitu mamahku.

"Iyaa!, cepat kau mandi, kalau tidak kau akan terlambat!" Perintahnya.

Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan berlari keluar kamar, karena aku panik.

"Eh, eh, eh..., kau mau kemana?" tanya mamahku bingung melihatku lari keluar kamar.

Aku menghentikan langkah kakiku yang berlari begitu cepat dan aku berhenti dengan cepat ketika mendengar pertanyaan mamahku yang aneh,  hampir saja aku ingin terjatuh. Untunglah aku berhenti sebelum keluar pintu kamarku, karena kalau tidak aku bisa jatuh kebawah. (Depan pintuku ada tangga untuk turun kebawah).

"Aku ingin mandilah mah." Jawabku menghadap belakang dan menatap mamah.

"Itu kamar mandi (sembari menunjuk) kenapa kau ingin kebawah?"

Aku melihatnya, ohh iyaa aku hampir lupa didalam kamarku kan ada kamar mandi. Hmm..., wajar saja aku kan terburu - buru takut ketinggalan sekolah, apalagi ini hari pertamaku sekolah.

"Heheh..." Aku tertawa kecil, karena malu. Aku langsung masuk kedalam kamar mandi.

Haaaaiiiii :) kita belum kenalan. Namaku Ashley cute to. Aku biasa dipanggil Ashley disekolah SDku. Sekarang aku sudah kelas 7, aku bersekolah di School International Cool. Apakah kalian tahu? Hmm..., kurasa tidak. Sekolahku sangat besar dan luaaaasss sekali. Pasti ketika aku sampai disekolahku itu, aku akan sulit sekali mencari dimana kelasku berada. Hmm..., itu hanya pikiranku saja.

Kalian tahu tidak siapa yang membangunkanku tadi? Siapaa hayohh? yah betul sekali dia adalah mamahku, di sangat cerewet sekali jika ada apa - apa. Mamahku bernama Chona Kisata, mamahku dulu dipanggil oleh papahku adalah Chona, tapi ketika sudah punya anak, (yaitu aku dan kakakku) sekarang ia dipanggil 'Darling', hahah..., kaya zaman pacaran aja yahh... Heheh...

Hmm... Jangan salah dulu, kalau Chona itu memang cerewet, tapi papahku sangat tergila - gila dengannya, hahah... Chona mempunyai perusahaan butik di Indonesia maupun diluar negeri, jadi kalau aku membutuhkan baju baru, aku tinggal ambil saja dibutik Chona.

Tapi..., aku merasa sangat sedih karena biasanya papah dan mamah jarang sekali dirumah :( . Aku mempunyai papah yang sangat baik dan tidak kalah cerewetnya dengan mamah :D . Papahku bernama Kya Furamanyo, biasanya teman papahku memanggil dengan sebutan Kyafu.

Papahku bekerja di perusahaan City Mazen, papahku selalu pergi keluar negeri karena banyak sekali bisnis yang harus papahku kerjakan, ketika keluar negeri, Chona selalu ikut bersamanya, karena takut papahku bermain dengan cewe lain disana, jadi mamahku selalu ikut keluar negeri bersama papahku.

Aku mempunyai kakak laki - laki bernama Lucas Mars, ia biasa dipanggil Lucas oleh teman - temannya. Lucas berumur 15 tahun, ia sekolah di School Made. Aku dan kakaku berbeda 2 tahun, aku dan kakaku sangat pintar.

Ohh yaa, pasti kalian bingungkan kenapa nama tokohnya aneh, karena Mamahku (Chona) berasal dari America sedangkan papahkku (Kyafu) berasal dari Jepang. Dan kami tinggal dan menjadi warga Indonesia.

Friday, February 12, 2016

MISTERI JALAN CERMAI


Aku selalu dikejar-kejar oleh orang itu. Aku tidak mengenalnya sama sekali, entah siapa dia. Dia selalu menghantuiku. Aku selalu berteriak-teriak, karena dia. Tetapi tidak ada yang menolongku sama sekali. Setiap aku jalan di Jalan Cermai ia selalu datang tiba-tiba dan berkata di telingaku.

Angin berhembus sangat kencang, seperti adanya angin puting beliung. Bulu kudukku mulai berdiri, aku merasa ada yang mengikutiku. Aku selalu pulang malam sendirian, karena ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.

Aku pulang selalu pukul 24.00 WIB (tengah malam), aku selalu melewati Jalan Cermai. Aku pernah mendengar mistik tentang Jalan Cermai, bahwa jalan itu terdengar angker sekali, menurut masyarakat yang tinggal di dekat Jalan Cermai, konon katanya selalu ada (penjahat) perampokan dan pembunuhan setiap tengah malam. Penjahat itu belum ditemukan sampai sekarang. Menurut warga yang tinggal di perumahan Jalan Cermai, Penjahat itu misterius atau bisa dibilang dia tidak terlihat.

Memang sangat mistik dan mengerikan, tetapi aku tidak percaya hal itu, menurutku itu hanya gosip saja.

"Neng kita ke jalan mana?." Tanya tukang ojek kepadaku (sambil memboncengku dibelakangnya.

"Masuk aja mang, ke jalan cermai itu." Jawabku, sambil menunjuk Jalan Cermai itu.

"Jalan cermai neng?." Tanyanya lagi.

"Iyaaaa manggg!!." Jawabku lagi.

'Nyitttt....' Motor di hentikan.

"Ihhh kenapa berhenti mang? kan rumah saya di perumahan jalan cermai."

"Saya antar sampai sini aja yah neng?." (Berhenti di depan jalan cermai).

"Lahh, kenapa mang? ohh bayarannya taku kurang yah? yaudah nanti saya tambahin." Ucapku merasa bingung.

"Bu-bukan itu neng...."

"Terus kenapa?." tanyaku kesal.

"It-itu-u kan jalan angker banget neng." Jawabnya seperti orang ketakutan.

Aku turun dari motor tukang ojek itu. Aku belum sempat berkata, dia sudah pergi saja meninggalkanku begitu saja dan untungnya aku belum membayar ongkos ojeknya, hahaha...

"Huhh kampresstt doang." Ucapku kesal.

Lalu aku masuk ke perumahan Jalan Cermai itu, karena rumahku ada di dalamnya.Aku mendengar ada yang berkata di telingaku.


"Buka matamu lebar-lebaarrr..." Bisiknya ditelingaku. Aku menoleh ke belakang tapi tidak ada orang yang berkata di telingaku.

Aku berjalan dengan cepat, dia mengulang kata-kata itu lagi yang barusan ia ucapkan di telingaku. Aku berjalan dengan cepatnya dan memperbesar langkah kakiku sebisa mungkin. Ia mengulangi kata-katanya lagi.

"Buka matamu lebar-lebaarrr..." Aku berlari tergesa-gesa. Perasaanku sudah tidak nyaman lagi.

"Aaa... tolong-tolong.." Teriakku meminta pertolongan, tetapi seperti tidak ada yang mendengar suaraku. Leherku di tarik oleh seorang laki-laki, ia menghunuskan pisau tepat di leherku.

"Diam kau!." Ucapnya, berteriak ditelingaku. "Serahkan perhiasan atau barang yang kau punya sekarang!! kalau tidak kau akan kubunuh sekarang juga!!." Perintahnya.

"Akuu tidak mempunyai apa-apa." Jawabku. Lalu ia mengangkat pisau yang ada di tangannta dann......

"Aaaaaaaaaaa........" Teriakku.

Aku terbangun dari tidurku dan mengatur nafasku yang tidak teratur ini.

"Buka matamu lebar-lebar" Bisik mamahku "Ada apa sayang?." tanya mamahku yang berada di samping ranjangku.

"Ihh.. mamah bikin aku takut aja deh. Tidak ada apa-apa ko mah hanya mimpi buruk saja." Jawabku.

"Uhh, untung hanya mimpi." Ucapku mengelus dadaku dan masih tidak percaya dengan mimpi itu.

Tamat.... :)


Apakah Itu yang Dinamakan dengan Sahabat?

Croly mempunyai 3 orang sahabat di sekolah yang bernama Serry, Merry, dan Laury. Mereka bersekolah di sekolah yang sama yaitu, SMP Harapan. Croly dan sahabatnya sekarang kelas 2 SMP. Sejak dari kelas 4 SD sampai sekarang menginjak remaja, mereka selalu bersama – sama. Persahabatan mereka sangatlah erat seperti prangko yang merekat di amplop. Dan pada suatu hari mereka bermain di rumah Croly.

Croly dan para sahabatnya selalu tertawa dan tersenyum. “Hahahah.. itu membuatku tertawa” tawa Merry, Laury, dan Serry yang sedang menonton video lucu di laptopnya Croly. Tapi anehnya, Croly yang selalu tertawa lepas dan sekarang ini ia menjadi melamun entah karena apa. “ Hei, sejak tadi ini Croly menjadi melamun, kalian tahu ada apa dengan Croly? “ Tanya Merry dengan berbisik. Laury menjawab pertanyaan Merry “Mungkin dia sedang ada masalah” dan Serry menjawab pertanyan Merry dengan menggelengkan kepala.

Merry dan Laury mendekati Croly yang sedang melamun di depan jendela kamarnya. Lalu mereka bertanya ada apa dengan dirinya, Croly membalikan badannya untuk melihat sahabatnya, tetapi hanya satu yang ia lihat sahabatnya yaitu Serry yang tengah menonton video di laptopnya Croly. Croly meraih tangan Merry dan mengajaknya keluar kamar.

Pagi – pagi sekali tepatnya pukul 06.00 WIB. Croly sudah berada di sekolah. Ia membuka buku diarynya dan menulis semua isi hati yang sedang ia rasakan saat ini. Serry datang lalu menurunkan bangku dan menaruh tas di samping Croly seperti biasanya dan ia duduk disampingnya. Tanpa sengaja Serry melihat sekilas apa yang sedang Croly tulis saat ini, Serry melihat ‘Kamu bukan sahabatku!.‘ Serry terkejut dengan apa yang ia lihat. Serry berpikir bahwa yang Croly maksud adalah dirinya, karena kemarin Serry tidak menanyakan apa yang sedang terjadi dengan Croly.

Serry berdiri tegak, tanpa bertanya kepada Croly, Serry langsung membentak Croly “Tidak tahu diri kamu Croly! Aku ini sudah berbuat baik kepadamu, tapi apa? kamu malah menjelek – jelekan sahabatmu dibelakangku, yaitu aku! ” ucap Serry dengan nada tinggi dan agak kecewa. Croly yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Serry. Croly balik bertanya kepada Serry apa yang ia maksud. Serry pergi meninggalkan Croly di kelas.

Merry dan Laury melihat Serry yang tengah berjalan dengan cepat.Laury memanggil Serry, tetapi Serry tidak menjawabnya panggilan dari Laury. Laury dan Merry ingin mengejar Serry, tetapi ia harus menaruh tasnya dahulu yang ada dipundaknya, karena tasnya yang berat yang terisi dengan buku – buku pelajaran yang tebal.

Saat di kelas Laury dan Merry melihat Croly yang sedang duduk dibangkunya dengan menutupi wajahnya. Setelah Laury dan Merry menaruh tasnya ia pergi ke mejanya Croly dan bertanya apa yang sedang terjadi pada Serry. “Ohh..Jadi itu sebabnya ia marah kepadamu. hanya karena salah paham” Ucap Merry dengan santai. “Yahh, itulah Serry,dia selalu sensitif orangnya.” Tambah Laury. “Tenang saja nanti juga dia akan kembali seperti dulu.” Lanjut Laury.

Saat bel istirahat berbunyi dan waktunya untuk semua murid SMP Harapan beristirahat. Serry memindahkan tasnya ke meja paling belakang. Croly bingung mengapa Serry memindahkan tasnya. Laury dan Merry memanggil Serry untuk istirahat bersama dan diikuti dengan panggilan Croly, tetapi  Serry tidak melihat ke wajah Croly dia hanya melihat ke arah Laury dan Merry. Croly sedih karena Serry tidak menengok kearahnya. Croly rasanya ingin menangis.

Dan pada saat Laury dan Merry mengajak Croly beristirahat.“Tidak usah kita mengajak dia. Dia munafik.!” Serry menunjuk ke arah muka Croly dengan mata yang sangat membulat dan suara yang sangat menyinggung perasaan Croly.

“Apa salah diriku terhadapnya? sampai – sampai ia marah kepadaku. Croly kau adalah sahabat baikku, tetapi kenapa kau sakitiku begitu menusuk?” Serry mengucapkan isi hati yang ia rasakan saat ini dan sampai – sampai ia meneteskan air matanya. Laury yang sekarang tengah berada disampingnya Serry yang sedang makan di kantin, ia pun ikut meneteskan air mata kecuali Merry, wajah Merry terlihat seperti bahagia.

Serry menulis surat untuk Croly yang berisi ‘Temui aku sekarang di taman belakang sekolah, aku ingin berbicara kepadamu, karena kemarin aku merasa bersalah kepadamu.’ Dan di dalam surat itu tertera nama Serry. Saat inilah yang ditunggu – tunggu oleh Serry.

Croly datang bersama Laury dan Merry. Croly bertanya kepada Serry apa yang ingin ia bicarakan kepadanya.“Kau benar – benar ingin tau?” Serry menggoda Croly. Croly penasaran dan ia mengangguk kepala dengan tersenyum. ’Huhh, sepertinya dia ingin meminta maaf kepadaku karena kemarin.’ Ucap Croly di dalam hati dengan yakin.

Serry menggoda Croly yang untuk kedua kalinya. ”Baiklah aku akan mengatakannya sekarang.” Ucap Serry dengan menghela nafas terlebih dahulu, tetapi Serry tidak yakin akan memberi tahu ini kepada Croly, karena pasti ini akan menyakitkan bagi Croly.

”Kita sahabatkan Croly?” tanya Serry kepada Croly. Croly mengangguk dan penasaran, apa yang ingin sebenarnya dikatakan Serry kepada Croly. “Aku yang selalu ada untukmu dan kau juga yang selalu ada untuk kita. Saat kau terluka, bersedih, dan bersenang, kita selalu bersama – sama bukan?” tanya Serry, Croly hanya mengangguk saja. ”Aku telah mencoba segala cara untuk bahagiakanmu, tetapi apa? apa yang kau berikan untukku Croly? kau membalasnya dengan menghina diriku, kau membicarakan aku dibelakangku jika aku tidak ada didepanmu, apa yang sebenarnya kau inginkan Croly?” ucap Serry dengan mengeluarkan air mata yang begitu deras. ”Aku sangat kecewa kepadamu Croly. Aku tidak tahu apa yang harusku katakan saat ini, aku benar – benar kecewa!” Serry yang benar – benar kecewa kepada Croly, ia pergi begitu saja meninggalkan Croly, Laury, dan Merry.

Croly marah kepada Merry, karena ternyata Merry yang memberitahu semua rahasia Croly kepada Serry, tentang kejelekan Serry yang sering di bicarakan oleh Croly. Laury yang sekarang bingung ia harus memilih siapa diantara para sahabatnya Serry, Croly atau Merry karena sekarang persahabatannya sedang kacau. “Sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian? aku tidak mengerti? dan sekarang aku harus memilih siapa saat ini?” Laury bertanya – tanya kepada dirinya sendiri.

Semenjak kejadian itu Croly, Merry, dan Serry pindah sekolah ditempat yang berbeda, kecuali Laury ia masih tetap bersekolah di Smp Harapan. Dan mulai saat itu juga Croly, Serry, Merry, dan Laury sudah tidak saling bertemu, apalagi bertanya tentang soal kabar sahabatnya masing – masing.

Dan Laury berfikir....
'Apakah itu yang dinamakan dengan sahabat?'