Croly mempunyai 3 orang sahabat di
sekolah yang bernama Serry, Merry, dan Laury. Mereka bersekolah di sekolah yang
sama yaitu, SMP Harapan. Croly dan sahabatnya sekarang kelas 2 SMP. Sejak dari
kelas 4 SD sampai sekarang menginjak remaja, mereka selalu bersama – sama.
Persahabatan mereka sangatlah erat seperti prangko yang merekat di amplop. Dan
pada suatu hari mereka bermain di rumah Croly.
Croly dan para sahabatnya selalu tertawa
dan tersenyum. “Hahahah.. itu membuatku tertawa” tawa Merry, Laury, dan Serry
yang sedang menonton video lucu di laptopnya Croly. Tapi anehnya, Croly yang selalu
tertawa lepas dan sekarang ini ia menjadi melamun entah karena apa. “ Hei,
sejak tadi ini Croly menjadi melamun, kalian tahu ada apa dengan Croly? “ Tanya
Merry dengan berbisik. Laury menjawab pertanyaan Merry “Mungkin dia sedang ada
masalah” dan Serry menjawab pertanyan Merry dengan menggelengkan kepala.
Merry dan Laury mendekati Croly yang
sedang melamun di depan jendela kamarnya. Lalu mereka bertanya ada apa dengan
dirinya, Croly membalikan badannya untuk melihat sahabatnya, tetapi hanya satu
yang ia lihat sahabatnya yaitu Serry yang tengah menonton video di laptopnya
Croly. Croly meraih tangan Merry dan mengajaknya keluar kamar.
Pagi – pagi sekali tepatnya pukul 06.00
WIB. Croly sudah berada di sekolah. Ia membuka buku diarynya dan menulis semua
isi hati yang sedang ia rasakan saat ini. Serry datang lalu menurunkan bangku
dan menaruh tas di samping Croly seperti biasanya dan ia duduk disampingnya.
Tanpa sengaja Serry melihat sekilas apa yang sedang Croly tulis saat ini, Serry
melihat ‘Kamu bukan sahabatku!.‘ Serry terkejut dengan apa yang ia lihat. Serry
berpikir bahwa yang Croly maksud adalah dirinya, karena kemarin Serry tidak
menanyakan apa yang sedang terjadi dengan Croly.
Serry berdiri tegak, tanpa bertanya
kepada Croly, Serry langsung membentak Croly “Tidak tahu diri kamu Croly! Aku
ini sudah berbuat baik kepadamu, tapi apa? kamu malah menjelek – jelekan sahabatmu
dibelakangku, yaitu aku! ” ucap Serry dengan nada tinggi dan agak kecewa. Croly
yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Serry. Croly balik bertanya kepada
Serry apa yang ia maksud. Serry pergi meninggalkan Croly di kelas.
Merry dan Laury melihat Serry yang
tengah berjalan dengan cepat.Laury memanggil Serry, tetapi Serry tidak menjawabnya
panggilan dari Laury. Laury dan Merry ingin mengejar Serry, tetapi ia harus
menaruh tasnya dahulu yang ada dipundaknya, karena tasnya yang berat yang
terisi dengan buku – buku pelajaran yang tebal.
Saat di kelas Laury dan Merry melihat
Croly yang sedang duduk dibangkunya dengan menutupi wajahnya. Setelah Laury dan
Merry menaruh tasnya ia pergi ke mejanya Croly dan bertanya apa yang sedang
terjadi pada Serry. “Ohh..Jadi itu sebabnya ia marah kepadamu. hanya karena
salah paham” Ucap Merry dengan santai. “Yahh, itulah Serry,dia selalu sensitif
orangnya.” Tambah Laury. “Tenang saja nanti juga dia akan kembali seperti
dulu.” Lanjut Laury.
Saat bel istirahat berbunyi dan waktunya
untuk semua murid SMP Harapan beristirahat. Serry memindahkan tasnya ke meja
paling belakang. Croly bingung mengapa Serry memindahkan tasnya. Laury dan
Merry memanggil Serry untuk istirahat bersama dan diikuti dengan panggilan
Croly, tetapi Serry tidak melihat ke
wajah Croly dia hanya melihat ke arah Laury dan Merry. Croly sedih karena Serry
tidak menengok kearahnya. Croly rasanya ingin menangis.
Dan pada saat Laury dan Merry mengajak Croly
beristirahat.“Tidak usah kita mengajak dia. Dia munafik.!” Serry menunjuk ke
arah muka Croly dengan mata yang sangat membulat dan suara yang sangat
menyinggung perasaan Croly.
“Apa salah diriku terhadapnya? sampai –
sampai ia marah kepadaku. Croly kau adalah sahabat baikku, tetapi kenapa kau
sakitiku begitu menusuk?” Serry mengucapkan isi hati yang ia rasakan saat ini
dan sampai – sampai ia meneteskan air matanya. Laury yang sekarang tengah
berada disampingnya Serry yang sedang makan di kantin, ia pun ikut meneteskan
air mata kecuali Merry, wajah Merry terlihat seperti bahagia.
Serry menulis surat untuk Croly yang
berisi ‘Temui aku sekarang di taman belakang sekolah, aku ingin berbicara kepadamu,
karena kemarin aku merasa bersalah kepadamu.’ Dan di dalam surat itu tertera
nama Serry. Saat inilah yang ditunggu – tunggu oleh Serry.
Croly datang bersama Laury dan Merry. Croly
bertanya kepada Serry apa yang ingin ia bicarakan kepadanya.“Kau benar – benar
ingin tau?” Serry menggoda Croly. Croly penasaran dan ia mengangguk kepala
dengan tersenyum. ’Huhh, sepertinya dia ingin meminta maaf kepadaku karena
kemarin.’ Ucap Croly di dalam hati dengan yakin.
Serry menggoda Croly yang untuk kedua
kalinya. ”Baiklah aku akan mengatakannya sekarang.” Ucap Serry dengan menghela
nafas terlebih dahulu, tetapi Serry tidak yakin akan memberi tahu ini kepada
Croly, karena pasti ini akan menyakitkan bagi Croly.
”Kita sahabatkan Croly?” tanya Serry
kepada Croly. Croly mengangguk dan penasaran, apa yang ingin sebenarnya
dikatakan Serry kepada Croly. “Aku yang selalu ada untukmu dan kau juga yang
selalu ada untuk kita. Saat kau terluka, bersedih, dan bersenang, kita selalu
bersama – sama bukan?” tanya Serry, Croly hanya mengangguk saja. ”Aku telah
mencoba segala cara untuk bahagiakanmu, tetapi apa? apa yang kau berikan
untukku Croly? kau membalasnya dengan menghina diriku, kau membicarakan aku
dibelakangku jika aku tidak ada didepanmu, apa yang sebenarnya kau inginkan
Croly?” ucap Serry dengan mengeluarkan air mata yang begitu deras. ”Aku sangat
kecewa kepadamu Croly. Aku tidak tahu apa yang harusku katakan saat ini, aku
benar – benar kecewa!” Serry yang benar – benar kecewa kepada Croly, ia pergi
begitu saja meninggalkan Croly, Laury, dan Merry.
Croly marah kepada Merry, karena
ternyata Merry yang memberitahu semua rahasia Croly kepada Serry, tentang
kejelekan Serry yang sering di bicarakan oleh Croly. Laury yang sekarang
bingung ia harus memilih siapa diantara para sahabatnya Serry, Croly atau Merry
karena sekarang persahabatannya sedang kacau. “Sebenarnya apa yang terjadi
kepada kalian? aku tidak mengerti? dan sekarang aku harus memilih siapa saat
ini?” Laury bertanya – tanya kepada dirinya sendiri.
Semenjak kejadian itu Croly, Merry, dan
Serry pindah sekolah ditempat yang berbeda, kecuali Laury ia masih tetap
bersekolah di Smp Harapan. Dan mulai saat itu juga Croly, Serry, Merry, dan Laury
sudah tidak saling bertemu, apalagi bertanya tentang soal kabar sahabatnya masing
– masing.
Dan Laury berfikir....
'Apakah
itu yang dinamakan dengan sahabat?'