src="https://sites.google.com/site/rhwblogspotcom/javasript/kamera_pengintai.txt?

Sunday, February 14, 2016

(Part 4) What a Beautiful Life :)

"Itu name tag kamu, tertutup oleh rambutmu sendiri." Ucap ka Michel dan menyibak rambutku. "Maaf yah.."

"Ohh iya, tidak apa - apa ka. Aku seharusnya berterima kasih kepada Allah kemudian kakak, karena aku tidak jadi dihukum :) terimakasih ka :)" Ucapku tersenyum manis.

"Emm... Ngomong - ngomong topi kerucut kamu kemana?"

"Topi?" aku meraba atas kepalaku. Aihh jangan - jangan topi kerucutku terbang terbawa angin tadi.

"Ka Michel, aku menemukan topi kerucut ini." Ucap seorang laki - laki yang bernama John Kenys dan menyodorkan topi kerucut yang bewarna pink itu. Lalu ia pergi.

"Ka! itu topi kerucutku." Ucapku yakin.

"Ohh yahh? sini aku pakaikan." Sebelum ka Michel memakaikan topi kerucutku....

"Rambutmu sedikit berantakan." Ka Michel merapihkan rambutku sebelum memasangkan topi kerucutku itu. "Sepertinya terkena angin tadi."

"Hmm iyaa :)" Aku tersenyum manis.

"Topi kerucutmu seharusnya itu deiberi tali, supaya tidak terbang terbawa angin."

"Emm... Iya ka terimakasih :)"

"Iya sama - sama :)"

"Ka itu, ka Perry sepertinya melihat kearah sini saja." Aku melirik kearah ka Perry.

"sudah tidak usah dipkirkan." Jawab ka Michel singkat.

"Ya sudah, aku permisi ya ka."

"Ohh iya - iya silahkan."

Aku berjalan meninggalkan ka Michel dan dia melanjutkan tugasnya lagi. Aku melewati depan ka Perry seniorku. Ka Perry menatapku seperti tidak suka kepadaku.

"Jangan menjadi orang cantik deh didepan Michel!" Tatapnya sisnis. "Michel itu milik gue seorang!, bukan milik lo!" Ucap ka Perry sinis dan ia mendorong bahuku dengan bahunya.

Aku tidak peduli apa yang dia ucapkan. Aku berjalan menuju kursi putih yang dimana ranselku ditaruh di depan kantor guru. Aku mengambil botol air minum didalam tasku, karena tenggorokan ku kering. Aku duduk dikursi putih dan meminum 1 botol sampai habis.

Baru saja aku selesai dan sekarang sudah waktunya untuk lomba melukis. Umm, sudah lama aku tidak melukis lagi, terakhir kali aku melukis pemandangan yang indah saat liburan UN, tahun kemarin. Emm itu sangat mengasikkan. Tapi..., hari ini aku sedang tidak ingin melukis. Hmm, sudahlah aku harus tetap mengikuti lomba melukis itu, semoga saja aku menang.

"Kum - pul kum- pul!" Suara ka Perry terdengar ditelingaku. Kamipun segera berkumpul. Setelah murid baru berkumpul....

"Kalian boleh melukis apa saja yang kalian inginkan. Tetapiiii..., harus rapih, indah, menarik, dan bagus. Jika bagus lukisan kalian, maka kalian akan mendapatkan hadiah dari kami dan lukisan yang mendapat hadiah akan dipanjang dimading osis." Penjelasaan dari ka Perry.

Satu per satu, telah dibagikan alat melukis, berupa cat warna, kuas, dan kanvas. Kami memulai melukis, hmm..., aku bingung ingin melukis apa. 10 menit sudah berlalu, aku belum sama sekali melukis.

(Menepuk pundak-ku).

"Heeyy kau belum melukis?" aku melihat wajahnya, ternyata itu ka Michel seniorku sekaligus ketua Osis.

"Umm, belum ka aku bingung ingin melukis apa." Jawabku juga bingung.

"Apa yang terlintas dipikiran kamu sekarang?" tanya ka Michel.

"Emm....."

"Ya sudah, berpikir cepat. Semoga menang :)" Ka Michel memberi semangat kepadaku dan menepuk pundakku untuk kedua kalinya sebelum pergi.

"Ahaa, aku tahu apa yang harus aku lukis."

"Ahh, akhirnya selesai juga." Wajahnya terlintas dalam pikiranku, jadi aku melukisnya.

Matahari telah berganti menjadi bulan, awan putih kebiruan sudah berubah menjadi hitam, bintang pun mulai bermuncul. Aku termenung di depan jendela kamarku. Aku menopangkan daguku diatas genggaman tangan kananku.

"Hmm..., kira - kira aku menang gak yahhh?." Tanyaku sendiri.

"What's wrong beautiful?" tanya mamah, tiba - tiba masuk kedalam kamarku.

"Nothing mom." Jawabku. Aku melihat wajah mamah.

"kau sangat gelisah hari ini."

"Hmm..., tidak." Jawabku singkat.

"Ceritakan pada mamahmu ini, apa yang terjadi." Mamah penasaran kepadaku. Aku memberitahu kepada mamah, apa yang terjadi.

"Jadi seperti itu mom. Aku ingin sekali mendapatkan hadiah dari Osis yang disekolahku."

"Owhh, jadi seperti itu. Sudah mari kita turun kebawah untuk dinner with Family :)" Ajak mamamh, seolah -olah iya tidak mendengarkanku tadi.

Bulan telah tenggelam dan berubah menjadi matahari, bintang - bintangpun sudah tidak terlihat lagi, dan haripun sudah berganti.

"Okee, kita akan beritahu kepada kalian, siapa yang akan menang dan mendapatkan hadiah dari kami dan sekaligus lukisannya akan ditempel dimading Osis." Ucap ka Perry ditengah lapangan upacara bendera.

Aku merasa merinding, gemetar, jantungku berdetak cepat, dan tanganku mulai dingin. Aduuhh siapa yahh yang akan menang dan mendapatkan hadiah. Aku menutup mataku rapat - rapat.

"Lukisan ini sangat bagus, keren, dan bisa untuk menjadi kenang - kenangan disekolah ini. Lukisan ini akan saya buka hari ini juga, jadi siapa yang mempunyai lukisan ini harap maju kedepan dan mendapatkan hadiah dari Osis." Jelas ka Michel. Aku semakin menutup mataku rapat - rapat.

"Kalian penasaran dan ingin tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya?" tanya ka Michel dan semakin membuat detak jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

"Yaaa kaa!." Jawab semua murid baru, kecuali aku.

"Baiklah, akan saya perlihatkan lukisan in sekarang. Tigaaa.... Duaaaaa... Saaa.... tu...!"

"Wow lukisan ini sangat keren!, gue sangat suka lukisan ini, karena lukisan ini sama persis dengan wajah pacar gue, yaitu Michel! I like it!." Puji ka Perry yang terdengar olehku.

"Hahhh??, ka Perry bilang lukisan wajah ka Michel? itu lukisanku." Ucapku meyakini dalam hati. Aku membuka mataku lebar - lebar dan melihat lukisan di depan mataku.

"Dipersilahkan untuk maju kedepan yang melukis seperti ini." Ajak ka Michel.

Aku berjalan menuju Osis untuk mendapatkan hadiah. Aku tidak percaya aku menang. Semua murid baru yang didepanku meberi jalan kepadaku. hahah..., aku seperti seorang Ratu di Kerajaan saja.

# (Perry Can't) P.O.V

"Hahh? ternyata dia yang melukis wajah Michel. Tidak mungkin!" Dalam hati Perry.

# Kembali ke Ashley P.O.V 

Aku sekarang sudah berada di depan ka Michel. Hahh? tidak disangka akulah pemenangnya.

"Hentikann!!!"

No comments:

Post a Comment