src="https://sites.google.com/site/rhwblogspotcom/javasript/kamera_pengintai.txt?

Friday, February 12, 2016

MISTERI JALAN CERMAI


Aku selalu dikejar-kejar oleh orang itu. Aku tidak mengenalnya sama sekali, entah siapa dia. Dia selalu menghantuiku. Aku selalu berteriak-teriak, karena dia. Tetapi tidak ada yang menolongku sama sekali. Setiap aku jalan di Jalan Cermai ia selalu datang tiba-tiba dan berkata di telingaku.

Angin berhembus sangat kencang, seperti adanya angin puting beliung. Bulu kudukku mulai berdiri, aku merasa ada yang mengikutiku. Aku selalu pulang malam sendirian, karena ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.

Aku pulang selalu pukul 24.00 WIB (tengah malam), aku selalu melewati Jalan Cermai. Aku pernah mendengar mistik tentang Jalan Cermai, bahwa jalan itu terdengar angker sekali, menurut masyarakat yang tinggal di dekat Jalan Cermai, konon katanya selalu ada (penjahat) perampokan dan pembunuhan setiap tengah malam. Penjahat itu belum ditemukan sampai sekarang. Menurut warga yang tinggal di perumahan Jalan Cermai, Penjahat itu misterius atau bisa dibilang dia tidak terlihat.

Memang sangat mistik dan mengerikan, tetapi aku tidak percaya hal itu, menurutku itu hanya gosip saja.

"Neng kita ke jalan mana?." Tanya tukang ojek kepadaku (sambil memboncengku dibelakangnya.

"Masuk aja mang, ke jalan cermai itu." Jawabku, sambil menunjuk Jalan Cermai itu.

"Jalan cermai neng?." Tanyanya lagi.

"Iyaaaa manggg!!." Jawabku lagi.

'Nyitttt....' Motor di hentikan.

"Ihhh kenapa berhenti mang? kan rumah saya di perumahan jalan cermai."

"Saya antar sampai sini aja yah neng?." (Berhenti di depan jalan cermai).

"Lahh, kenapa mang? ohh bayarannya taku kurang yah? yaudah nanti saya tambahin." Ucapku merasa bingung.

"Bu-bukan itu neng...."

"Terus kenapa?." tanyaku kesal.

"It-itu-u kan jalan angker banget neng." Jawabnya seperti orang ketakutan.

Aku turun dari motor tukang ojek itu. Aku belum sempat berkata, dia sudah pergi saja meninggalkanku begitu saja dan untungnya aku belum membayar ongkos ojeknya, hahaha...

"Huhh kampresstt doang." Ucapku kesal.

Lalu aku masuk ke perumahan Jalan Cermai itu, karena rumahku ada di dalamnya.Aku mendengar ada yang berkata di telingaku.


"Buka matamu lebar-lebaarrr..." Bisiknya ditelingaku. Aku menoleh ke belakang tapi tidak ada orang yang berkata di telingaku.

Aku berjalan dengan cepat, dia mengulang kata-kata itu lagi yang barusan ia ucapkan di telingaku. Aku berjalan dengan cepatnya dan memperbesar langkah kakiku sebisa mungkin. Ia mengulangi kata-katanya lagi.

"Buka matamu lebar-lebaarrr..." Aku berlari tergesa-gesa. Perasaanku sudah tidak nyaman lagi.

"Aaa... tolong-tolong.." Teriakku meminta pertolongan, tetapi seperti tidak ada yang mendengar suaraku. Leherku di tarik oleh seorang laki-laki, ia menghunuskan pisau tepat di leherku.

"Diam kau!." Ucapnya, berteriak ditelingaku. "Serahkan perhiasan atau barang yang kau punya sekarang!! kalau tidak kau akan kubunuh sekarang juga!!." Perintahnya.

"Akuu tidak mempunyai apa-apa." Jawabku. Lalu ia mengangkat pisau yang ada di tangannta dann......

"Aaaaaaaaaaa........" Teriakku.

Aku terbangun dari tidurku dan mengatur nafasku yang tidak teratur ini.

"Buka matamu lebar-lebar" Bisik mamahku "Ada apa sayang?." tanya mamahku yang berada di samping ranjangku.

"Ihh.. mamah bikin aku takut aja deh. Tidak ada apa-apa ko mah hanya mimpi buruk saja." Jawabku.

"Uhh, untung hanya mimpi." Ucapku mengelus dadaku dan masih tidak percaya dengan mimpi itu.

Tamat.... :)


No comments:

Post a Comment