Aku selalu dikejar-kejar oleh orang itu. Aku tidak
mengenalnya sama sekali, entah siapa dia. Dia selalu menghantuiku. Aku selalu
berteriak-teriak, karena dia. Tetapi tidak ada yang menolongku sama sekali. Setiap
aku jalan di Jalan Cermai ia selalu datang tiba-tiba dan berkata di telingaku.
Angin berhembus sangat kencang, seperti adanya angin
puting beliung. Bulu kudukku mulai berdiri, aku merasa ada yang mengikutiku.
Aku selalu pulang malam sendirian, karena ada banyak pekerjaan yang harus aku
kerjakan.
Aku pulang selalu pukul 24.00 WIB (tengah malam),
aku selalu melewati Jalan Cermai. Aku pernah mendengar mistik tentang Jalan
Cermai, bahwa jalan itu terdengar angker sekali, menurut masyarakat yang
tinggal di dekat Jalan Cermai, konon katanya selalu ada (penjahat) perampokan
dan pembunuhan setiap tengah malam. Penjahat itu belum ditemukan sampai
sekarang. Menurut warga yang tinggal di perumahan Jalan Cermai, Penjahat itu
misterius atau bisa dibilang dia tidak terlihat.
Memang sangat mistik dan mengerikan, tetapi aku
tidak percaya hal itu, menurutku itu hanya gosip saja.
"Neng kita ke jalan mana?." Tanya tukang
ojek kepadaku (sambil memboncengku dibelakangnya.
"Masuk aja mang, ke jalan cermai itu."
Jawabku, sambil menunjuk Jalan Cermai itu.
"Jalan cermai neng?." Tanyanya lagi.
'Nyitttt....' Motor di hentikan.
"Ihhh kenapa berhenti mang? kan rumah saya di
perumahan jalan cermai."
"Saya antar sampai sini aja yah neng?."
(Berhenti di depan jalan cermai).
"Lahh, kenapa mang? ohh bayarannya taku kurang
yah? yaudah nanti saya tambahin." Ucapku merasa bingung.
"Terus kenapa?." tanyaku kesal.
"It-itu-u kan jalan angker banget neng."
Jawabnya seperti orang ketakutan.
Aku turun dari motor tukang ojek itu. Aku belum
sempat berkata, dia sudah pergi saja meninggalkanku begitu saja dan untungnya
aku belum membayar ongkos ojeknya, hahaha...
"Huhh kampresstt doang." Ucapku kesal.
"Buka matamu lebar-lebaarrr..." Bisiknya
ditelingaku. Aku menoleh ke belakang tapi tidak ada orang yang berkata di
telingaku.
Aku berjalan dengan cepat, dia mengulang kata-kata itu
lagi yang barusan ia ucapkan di telingaku. Aku berjalan dengan cepatnya dan
memperbesar langkah kakiku sebisa mungkin. Ia mengulangi kata-katanya lagi.
"Aaa... tolong-tolong.." Teriakku meminta
pertolongan, tetapi seperti tidak ada yang mendengar suaraku. Leherku di tarik
oleh seorang laki-laki, ia menghunuskan pisau tepat di leherku.
"Diam kau!." Ucapnya, berteriak
ditelingaku. "Serahkan perhiasan atau barang yang kau punya sekarang!!
kalau tidak kau akan kubunuh sekarang juga!!." Perintahnya.
"Akuu tidak mempunyai apa-apa." Jawabku.
Lalu ia mengangkat pisau yang ada di tangannta dann......
Aku terbangun dari tidurku dan mengatur nafasku yang
tidak teratur ini.
"Buka matamu lebar-lebar" Bisik mamahku
"Ada apa sayang?." tanya mamahku yang berada di samping ranjangku.
"Ihh.. mamah bikin aku takut aja deh. Tidak ada
apa-apa ko mah hanya mimpi buruk saja." Jawabku.
"Uhh, untung hanya mimpi." Ucapku mengelus
dadaku dan masih tidak percaya dengan mimpi itu.
Tamat.... :)
No comments:
Post a Comment