"Hentikann!!" Teriak ka Perry, membuat semua orang bingung.
"Ada apa? apa yang terjadi?." Ucap salah seorang murid, aku mendengarnya.
"Perry? ada apa ini?" tanya ka Michel heran.
"Gue tidak suka lukisan ini!" Menunjuk lukisanku.
"Baru saja kau yang mengatakan, bahwa kau menyukai lukisan ini bukan?!" Tanya ka Michel untuk yang kedua kalinya.
"Yahh, tapi sekarang tidak lagi!" Jawab ka Perry terlihat kesal. Aku dan yang lain seperti sedang menonton televisi, yang ceritanya sedang terjadi konflik. Hihih... :)
Aku membuka hadiah dari Osis dengan cepat, aku penasaraan kira - kira apa yahh isi hadiahnya. Hmm...
"Hah? ada bungkus lagi!" Aku melanjutkan membuka hadiahnya.
"Hah? ada lagi." Aku membukanya lagi.
"Ohh, ya ampun..., ada lagi?" ucapku yang ketiga kalinya. -_-
"Apa?! ada lagi! Uhh, sepertinya bungkus hadiah ini berlipat - lipat." Ucapku mulai bosan.
'Grrr, grrr...., krcek..., krcek.'
Aku memegang perutku yang mulai lapar ini. "Aduhh, sepertinya aku lapar." Gumamku. Aku segera turun kebawah untuk mengisi perutku yang kosong ini, aku meninggalkan hadiah itu didalam kamarku.
"Wahhhh ternyata hadiahnya ini, hmm..., lumayan juga." Aku langsung memasang stiker London bewarna hitam putih, dikamarku.
"Liat aja lo besok, gue akan memberi lo pelajaran, Ashley!" Perry, yang sedang mengendarai mobil saat pulang sekolah, berceloteh sendiri di dalam mobil pinknya itu.
"Wahh, bagus sekali lukisannya." Banyak sekali murid berad di belangkangku dan memuji lukisanku, yang ditempel dimading Osis itu.
"Wahh..., iyaa bagus sekali dan sangat mirip pula lukisannya dengan wajah Michel."
"Aku jadi iri dengan lukisan ini."
Ohh, tidak, aku jadi malu, karena banyak yang memuji lukisanku ini. Hahah... :D
"Apakah in lukisan milikmu?" tanya seorang laki - laki yang berdiri di sebelah kananku dan dia menunjuk lukisanku. Aku mengangguk merasa senang dan ia memuji lukisanku juga seperti murid yang lain.
"Mari kita berbicara disebelah sana." Ajaknya. Hmm, baiklah. Kami keluar dari gerombolan orang banyak yang sedang melihat lukisanku.
"Nama anda siapa?" tanya lelaki itu, sembari duduk di taman. Upps.. Aku lupa memberitahu kalian. jadi disekolahku ini ada taman. Taman-nya tidak terlalu lebar, tapiii bisa untuk baca buku atau sebagainya.
"Emm, namaku.., namaku.. Ashley." Jawabku menundukkan wajahku.
"Namaku Early. Kenapa kau menundukkan wajahmu?" tanyanya heran.
Yahh begituhlah aku. Aku selalu menundukkan wajah jika berbicara dengan laki - laki yang tidak aku kenal. Because I shy :$ . Aku tidak menjawab pertanyaan Early. Sepertinya dia seumuran denganku.
"Ada apa Ashley? Wajahmu begitu menawan dan kau tidak perlu menyembunyikannya dariku." Early memegang pipiku dengan penasaran.
Hahh? apa yang terjadi dengan wajahku? aku menjadi benar - benar malu saat ini. Aku melihat wajah Early.
"Owh sorry, aku tidak bermaksud melecehkan anda." Early melepaskan tangannya dari pipiku. "Apakah kau baik - baik saja?" tanyanya lagi.
"Emm.., yah aku fine." Jawabku malu, menatap wajahnya.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi. Jadi kenapa kau menundukkan kepala?"
"Umm, yah because I shy."
"Ohh.., heheh..." Early tertawa kecil.
No comments:
Post a Comment